Ekonomi Halal RI Bisa Tingkatkan PDB USD5,1 Miliar/Tahun

Berita, Teknologi31 Dilihat

Jakarta: Indonesia negara dengan populasi Muslim terbesar memiliki potensi ekonomi halal yang sangat besar.
 
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan berdasarkan laporan pasar halal pada 2022 menyebutkan ekonomi halal dapat meningkatkan PDB (produk domestik bruto) Indonesia sebesar USD5,1 miliar per tahun melalui ekspor serta peluang investasi.
 
Saat ini Indonesia berada di peringkat kedua khususnya untuk makanan dan minuman. Sementara untuk bidang fesyen Indonesia mendapat peringkat ketiga dan bidang keuangan Islam mendapat peringkat keenam.

Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Melihat prestasi itu menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dalam ekonomi halal karena memiliki populasi Muslim yang besar dan kapasitas di berbagai industri halal, seperti makanan dan minuman halal, farmasi halal, kosmetik halal, keuangan Islam, dan pariwisata halal.
 

Indonesia juga berpotensi besar untuk menjadi pemain utama dalam ekonomi halal global. Pengembangan ekonomi halal akan membantu Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.
 
“Kami menunjukkan potensi yang kuat dan ini merupakan sumber pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan yang baik dan kredibel. Hal ini menjadikan Indonesia mempunyai peran penting dalam perekonomian halal global,” kata,” kata Sri Mulyani saat menyampaikan keynote speech pada The 7th Annual Islamic Finance Conference (AIFC) secara daring pada Selasa, 29 Agustus 2023.

Potensi pertumbuhan yang pesat

Ia melanjutkan, dengan meningkatnya permintaan terhadap produk dan layanan halal serta posisi strategis Indonesia di pasar global telah memberikan potensi pertumbuhan yang pesat dan ruang pengembangan yang luas bagi perekonomian halal Indonesia.
 
Bendahara negara itu juga melihat industri halal telah tumbuh positif di tengah tantangan global yang serius dan beragam. Terdapat 1,9 miliar Muslim di seluruh dunia yang menghabiskan sekitar USD2 triliun untuk produk halal pada 2021. Pengeluaran tersebut tumbuh lebih tinggi hampir sembilan persen dari 2020 hingga 2021.
 
“Pada 2025, pengeluaran umat Islam di sektor halal diperkirakan akan tumbuh sebesar 7,8 persen atau mencapai sekitar USD3 triliun dan ekonomi halal global sendiri diperkirakan akan mencapai USD4,96 triliun pada 2030. Tantangan global telah menekankan kembali nilai ekonomi halal sebagai sumber pertumbuhan baru,” jelas dia.
 
Menurutnya, ekonomi halal berpotensi akan terus berkembang karena saat ini penerapan kerangka dan prinsip halal tidak hanya dibatasi oleh batasan agama. Hal ini juga mencakup standar kesehatan, kebersihan, dan keselamatan yang relatif tinggi.
 
“Popularitas produk halal dan peningkatan permintaannya dianggap datang bahkan dari konsumen non-Muslim. Konsumen kecil mencari produk yang berkualitas tinggi, baik, aman, dan terutama beretika yang tertanam dalam perdagangan dan nilai-nilai halal,” kata dia.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(ANN)

Quoted From Many Source

Baca Juga  SCF Jadi Jurus OJK Lawan Rentenir, Himpun Dana Rp 947 M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *